dua sisi, dan lainnya
akhir-akhir ini terlintas sebuah pertanyaan di pikiran,
apakah seseorang betul-betul mengenali orang terdekatnya dengan baik?
mengenali dengan konteks yang lebih dalam,
bukan sekedar informasi seperti nama lengkap, alamat, atau makanan favoritnya
tetapi jauh dari itu,
seperti kegelisahan, amarah, perasaan lain serta pemikirannya
manusia adalah makhluk yang sangat misterius,
terlalu banyak topeng yang digunakan, sampai akhirnya tak dapat dikenali wajah aslinya
ketika mengenali seseorang, akan ada banyak 'wajah' ditunjukkan
tergantung, 'wajah' mana yang memang dikehendaki untuk muncul ketika sedang bersama
terkadang suka lucu, ketika beberapa orang mencoba untuk menerka-nerka apa yang dirasakan oleh orang lain
ketika sudah jelas-jelas, tidak akan ada satu pun perasaan dapat dipahami hanya dengan terkaan
perkara di atas, selamanya tidak akan menemukan titik temu
karena manusia pada dasarnya terdiri dari beberapa kepingan puzzle rumit tanpa adanya instruksi,
instruksi tentang bagaimana menyelesaikannya,
bersama dengan seseorang, dapat memberikan kebahagiaan atau pun kesedihan
ketika kepingan puzzle itu bertemu, dapat membuat segalanya menjadi lebih rumit, atau justru, bersama-sama mencari instruksi untuk menyelesaikannya,
tergantung pada perspektif apa yang ingin dipiih
kebahagiaan atau pun kesedihan
merupakan suatu pilihan,
karena pada akhirnya, manusia akan kembali sendiri, ketika kematian datang meninggalkan kehidupan.
apakah seseorang betul-betul mengenali orang terdekatnya dengan baik?
mengenali dengan konteks yang lebih dalam,
bukan sekedar informasi seperti nama lengkap, alamat, atau makanan favoritnya
tetapi jauh dari itu,
seperti kegelisahan, amarah, perasaan lain serta pemikirannya
manusia adalah makhluk yang sangat misterius,
terlalu banyak topeng yang digunakan, sampai akhirnya tak dapat dikenali wajah aslinya
ketika mengenali seseorang, akan ada banyak 'wajah' ditunjukkan
tergantung, 'wajah' mana yang memang dikehendaki untuk muncul ketika sedang bersama
terkadang suka lucu, ketika beberapa orang mencoba untuk menerka-nerka apa yang dirasakan oleh orang lain
ketika sudah jelas-jelas, tidak akan ada satu pun perasaan dapat dipahami hanya dengan terkaan
perkara di atas, selamanya tidak akan menemukan titik temu
karena manusia pada dasarnya terdiri dari beberapa kepingan puzzle rumit tanpa adanya instruksi,
instruksi tentang bagaimana menyelesaikannya,
bersama dengan seseorang, dapat memberikan kebahagiaan atau pun kesedihan
ketika kepingan puzzle itu bertemu, dapat membuat segalanya menjadi lebih rumit, atau justru, bersama-sama mencari instruksi untuk menyelesaikannya,
tergantung pada perspektif apa yang ingin dipiih
kebahagiaan atau pun kesedihan
merupakan suatu pilihan,
karena pada akhirnya, manusia akan kembali sendiri, ketika kematian datang meninggalkan kehidupan.

Komentar
Posting Komentar