ekspektasi
manusia gemar berandai-andai,
jalan cerita dengan mudahnya dirancang,
tak ada satu pun dialog yang rumpang,
pada akhirannya dibuat bahagia dan abadi
tetapi manusia terkadang lupa
andai-andai yang diciptakan,
hanya akan terpisah dari kenyataan,
karena sesungguhnya,
menaruh harapan pada manusia lainnya,
sama seperti menyalakan api,
di saat langit sedang mendung-mendungnya
akan padam juga ketika waktu hujan tiba,
lalu,
untuk apa kecewa?
jalan cerita dengan mudahnya dirancang,
tak ada satu pun dialog yang rumpang,
pada akhirannya dibuat bahagia dan abadi
tetapi manusia terkadang lupa
andai-andai yang diciptakan,
hanya akan terpisah dari kenyataan,
karena sesungguhnya,
menaruh harapan pada manusia lainnya,
sama seperti menyalakan api,
di saat langit sedang mendung-mendungnya
akan padam juga ketika waktu hujan tiba,
lalu,
untuk apa kecewa?

Komentar
Posting Komentar