jeda

akhirnya aku tiba di persimpangan jalan
labirin yang tak bisa kulihat seperti apa ujungnya kini berada di hadapanku,

"keputusan yang telah diambil, apakah tepat?"

keraguan membisikan pertanyaan itu sambil mencengkram bahuku,
seolah haus akan jawaban yang tak kunjung ku temukan

aku tidak dapat kembali dan memohon untuk waktu diputar kembali,
karena realita tidak segampang itu,

"bagaimana jika nanti dirimu menyesal?"

badan ku terasa berat, kini keraguan itu mencoba untuk menyuluruh dalam tubuhku,
menghentikan langkahku di persimpangan jalan itu,

"siapa kamu untuk bisa menilai masa depan?"

aku lalu terdiam, kata-kata itu keluar dari mulutku, dan seketika beban itu perlahan memudar,

"hadapi saja, buang seluruh harap, karena segala pertanyaan tidak akan terjawab tanpa bisa dilalui."

ucapku kembali, sembari menghela nafas yang tertahan sedari tadi,

aku mencoba untuk meluruskan pandanganku,

dan melangkah

menghadapi labirin yang tidak berujung.

Komentar

Postingan Populer