23:40
25 tahun,
waktu yang cukup lama untuk bisa hidup,
tapi tidak untuk sehidup-hidupnya.
selama ini aku sempat tidak mengenal diriku sendiri,
maunya apa,
sukanya apa,
tidak sukanya apa,
bahkan memilih saja tidak ada kuasa,
sampai akhirnya aku berhenti berpikir,
menatap kaca di depan ku,
dan hanya menatap pilu orang yang ada di dalamnya,
bagaimana bisa raga yang tetap berdiri itu,
di dalamnya hanya terisi oleh kehampaan dan kekosongan semata
hidup hanya untuk mengikuti arus,
terombang-ambing di dalam gelombang bernama kehidupan
sampai akhirnya lagi-lagi aku berhenti berpikir,
duduk terdiam sambil merasakan nafas yang berhembus dari dalam diri,
pikiran ku tidak lagi dipenuhi oleh pertanyaan-pertanyaan,
karena tidak lekas menemukan jawaban,
akhirnya dia lelah, dan menyadari, bahwa tidak semua harus punya jawabannya
manusia memiliki batas di luar diri mereka,
yaitu untuk menerka-nerka apa yang akan terjadi nantinya
jadi tidak ada artinya untuk selalu bertanya-tanya,
karena selama raga ini masih menghembuskan nafas,
maka hanya rasa syukur yang perlu diucap,
terima kasih sudah bertahan,
terima kasih untuk tidak menyerah,
terima kasih atas perjuangan yang selama ini sudah dilewati,
maaf jika banyak penyesalan yang muncul,
maaf jika banyak kesempatan yang dilewati,
maaf jika banyak hati yang mungkin kau sakiti,
karena pada akhirnya,
tidak akan pernah ada nafas yang terbuang sia-sia
irna,
selamat ulang tahun.
15 Mei 2020

Komentar
Posting Komentar